Merinding !!! Kopassus “Pasukan Hantu” Baret Merah Sudah Turun Mengejar Teroris, Waktu Dalam Menangkap Targetnya Adalah Hitungan Menit

0
5,867 views

Netralnkri.com – Malam ini, baru saja saya menyaksikan acara Breaking News di Kompas TV. Tampak Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin sedang menyampaikan beberapa hal terkait kejadian teror di Riau hari ini. Salah satunya adalah tentang kesedihan Wakapolri Syafruddin atas gugurnya Inspektur Dua (Ipda) Auzar, Pamin 2 SI SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau berusia 55 tahun yang ditabrak mobil Toyota Avansa (bernomor polisi BM 1192 RQ) milik teroris yang berusaha melarikan diri saat menyerang Mapolda Riau hari ini. Ipda Auzar sebenarnya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Riau saat itu juga. Namun nyawanya tak tertolong. Beliau wafat meninggalkan kita semua.

Wakapolri Syafruddin juga menyebutkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang erat dengan Ipda Auzar selama kurang lebih 25 tahun. Bukan waktu yang singkat tentunya. Wakapori Syafrudiin jelas sangat kehilangan sahabatnya ini. Wakapolri Syafruddin bahkan menyebut Ipda Auzar sebagai saudaranya.

Saat mendengar Ipda Auzar tewas dalam penyerangan tersebut, Wakapori Syafruddin langsung terbang menuju Pekanbaru sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi pada pengabdian Auzar, sahabat sekaligus saudara tercinta.

“25 tahun persaudaraan saya dengan almarhum Auzar, mulai dari sopir, urus anak-anak, dari kecil sampai dewasa sampai berumah tangga, dan sampai sekarang almarhum bolak balik Jakarta – Pekanbaru untuk urus ibu dan anak-anak saya,” kata Syafruddin.

Dalam konpers tadi, Wakapori Syafruddin juga menghimbau agar warga tetap tenang dan jangan panik dalam menghadapi kejadian beruntun yang dilakukan teroris akhir-akhir ini. Tujuannya supaya tidak timbul kekacauan dan agar keutuhan bangsa bisa tetap terjaga.

Saat sesi tanya jawab dengan wartawan, salah seorang watrawan Kompas TV menanyakan pada Wakapori Syafruddin, “Benarkah kepolisian akan menggandeng pasukan elite TNI AD Kopassus untuk mengatasi terorisme?”

Wakapolri Syafruddin menjawab pertanyaan itu dengan tegas tanpa ragu sedikitpun, “Kepolisian bukan akan, tapi sudah menggandeng pasukan elite TNI AD Kopassus untuk mematahkan terorisme!!”

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi dua hari lalu yang sudah memerintahkan agar kepolisian dan TNI segera melakukan kolaborasi sebagai upaya mengatasi tindakan terorisme dalam serangkaian teror bom di Surabaya, Jawa Timur. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan satuan TNI yang akan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menanggulangi terorisme bergantung pada kebutuhan Polri. Tujuannya untuk menambah kekuatan Polri dalam langkah-langkah represif untuk membasmi terorisme, khususnya sel teroris yang tidur dan mulai bangkit.

“Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis (Bais TNI) untuk membantu intelijen kepolisian. Bahkan, secara represif, bisa menggunakan Satuan Gultor (penanggulangan teror atau Sat-81 Kopassus) yang telah disiapkan,” kata Moeldoko saat ditemui di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018.

Waaaaahhhhh…… Mantap jiwa. Jujur saya merasa sangat surprise mendengarnya. Pasukan elite TNI AD Kopassus turun tangan. Kereeeennn…… Begitulah yang ada di benak saya saat itu. Dengan secepat kilat saya mencari tahu tentang apa, siapa dan bagaimana pasukan elite TNI AD Kopassus ini. Dan hasilnya memang sangat mencengangkan. Saya jadi merasa seperti anak kecil yang sedang terkesima melihat film tentang gagahnya pasukan khusus yang satu ini. Ikuti pembahasannya dalam artikel ini.

QQAsia

Satuan 81 atau lebih dikenal sebagai Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang merupakan Prajurit terbaik dari seluruh Prajurit TNI. Markas mereka terletak di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan satuan maut ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personel maupun jenis persenjataan yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan. Dansat-81/Kopassus saat ini dijabat oleh Kolonel Inf Tri Budi Utomo.

Jika Inggris memiliki Special Air Service (SAS) yang dikenal tangguh dan mahir dalam bertempur jarak dekat, maka Indonesia memiliki Sat-81 Kopassus yang juga tidak kalah terlatihnya. Sat-81 Kopassus ini sudah sering dilibatkan dalam berbagai macam operasi khusus seperti pembebasan sandera di Woyla, penangkapan agen rahasia Australia, sampai pengejaran secara senyap terkait keberadaan tokoh teroris Nordin M. Top dan kawan-kawannya dalam aksi terorisme berupa bom bunuh diri beberapa tahun yang lalu.

Sebagai satuan elit berkemampuan khusus dan mengandalkan kecepatan dalam bertindak, sasaran yang dibidik pasukan ini juga terpilih dan bernilai strategis. Bukan target yang sembarangan. Hal penting yang paling dituntut pada satuan ini adalah kecepatan waktu dalam menjalankan operasi. Tidak ada ceritanya saat satuan ini diturunkan lantas memakan waktu sampai berjam-jam atau berhari-hari, targetnya adalah hitungan menit.

Sat 81 Kopassus merupakan satuan paling progresif di dunia dan termasuk satuan kedua di dunia setelah GSG-9, unit taktis operasi khusus anti-terorisme elit dari kepolisian Federal Jerman. Sat 81 Kopassus memiliki kemampuan sabotase serta berkualifikasi trimedia (darat, laut dan udara), juga memiliki unit yang berkemampuan frogmen layaknya Kopaska. Wooooowwwww…….

Dengan kualitas yang seperti ini, menjadi personel satuan penanggulangan teror Satuan-81 Kopassus tidaklah mudah. Tes yang harus dijalani memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, karena setiap anggota Sat-81 harus memiliki kemampuan luar biasa. Mereka adalah orang-orang pilihan.

Pertama adalah tes IQ yang harus di atas rata-rata 110. Kedua tes kesehatan (Stakes II) tentang standar penilaian pada tes kesehatan dengan kondisi meski memiliki kelainan atau penyakit derajat ringan, penyakit tersebut tidak mengganggu fungsi tubuh. Ketiga tes jasmani (Kategori BS) yang berarti orang tersebut memiliki keadaan Jasmani Baik Sekali. Dan tes akhir (Pantukhir) yang adalah tes terjun secara langsung di lapangan untuk diketahui tingkat kemampuannya.

Merinding khan jadinya. Pasukan tangguh inilah yang sudah dan sedang diturunkan TNI untuk mendukung kekuatan kepolisian Indonesia dalam memberantas terorisme yang sedang merajalela di negara ini. TNI dan Polri Indonesia bersatu menumpas teroris. Ini keren…. Sangat keren.

Sebagai penutup, mari kita kembali pada kisah persahabatan Wakapolri Syafruddin dan Ipda Auzar. Sekuat dan setangguh Sat-81 Kopassus itulah arti sebuah persahabatan dan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu bahkan maut sekalipun. Sosok Ipda Auzar yang religius sangat membuat kehilangan jajaran polisi, ulama dan ustad di Riau, sehubungan dengan keberadaan Ipda Auzar yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ipda Auzar bahkan memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

Jika nyatanya besok Ipda Auzar sudah tidak bisa lagi menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran bersama keluarga dan sahabat-sahabat tercinta, semua amal ibadah, ketulusan hati, pengabdian dan pengorbanan seorang Ipda Auzar akan mengiringi perjalanannya ke surga untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Selamat jalan Ipda Auzar. Thank you for everything. Amen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here