Cetak Sejarah, Anies Akan Sidak Dan Memeriksa Istana Kepresidenan…

0
856 views

Netralnkri.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk melakukan sidak pengelolaan air di kantor Presiden RI Joko Widodo, Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Namun, Anies baru akan menyampaikan hal ini kepada pihak Istana.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan seluruh instansi pemerintah maupun swasta harus terbuka terhadap suatu sistem.

Hal itu guna memperbaiki keadaan yang tak maksimal dan menjadikan acuan evaluasi.

“Ke Istana Negara itu tujuannya memulai untuk memeriksa ke semua instansi pemerintah. Kalau istana berani terbuka berarti instalasi lainnya juga harus terbuka. Bagaimana pengolahan air limbahnya, bagaimana pembuangannya. Jadi yang penting pembuatan sistem dari hasil evaluasi itu,” kata Yayat saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (14/3).

Yayat menerangkan nantinya peninjauan tersebut harus menghasilkan perbaikan.

Sehingga rencana Anies melakukan sidak tidak sia-sia.

Terlebih lagi menurutnya, jika peninjauan ke Istana Negara itu benar dilakukan.

maka kantor orang nomor satu di Indonesia itu akan menjadi contoh bagi instansi lainnya.

“Kalau Istana itu pakai air PAM berarti jadi contoh yang bagus. Kalau istana ngambil air tanah, ada sistemnya, ada alatnya, berjalan bagus, berarti istana jadi contoh yang bagus. Kalau misalnya istana kasih contoh yang bagus. Itu jadi model buat kantor-kantor kementerian,” ungkapnya.

Bahkan, pihak Istana pun, kata dia, seharusnya dapat melakukan hal yang sama dengan mengecek kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta.

QQAsia

Namun, dalam peninjauan tersebut, Yayat mengatakan kedua instansi pemerintah itu harus saling transparan.

Jika terdapat kesalahan maka wajib disampaikan.

“Yang paling penting juga harusnya dari istana juga ke Balai Kota tuh gedung yang tinggi, bagaimana pengambilan air tanahnya. Kalau ada yang salah dari istana katakan juga ada yang salah dari istana. Jadi dua-duanya transparan aja apa yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 279 tahun 2018 tertanggal 6 Februari.

Dia mengatakan, Kepgub ini dibuat untuk membentuk tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan dan instalasi pengelolaan air limbah serta pemanfaatan air tanah di bangunan gedung dan perumahan.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan, pengelolaan air di Istana Negara pun termasuk salah satunya.

“Ya Istana kita akan sampaikan, tapi fase ini kan tahapannya Sudirman-Thamrin dulu. Semua yang ada di Jakarta akan diperiksa,” kata Anies di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Sumber: jawapos.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here