Breaking News, Prabowo Tidak Ikuti Ijtimak Ulama Dan Lebih Pilih Sandi Sebagai Cawapresnya

0
245 views

Netralnkri.net – Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno jadi cawapresnya.

Sandiaga mundur dari partai berlambang kepala burung garuda itu.

“Saya meminta beliau mundur dari Partai Gerindra, padahal beliau di Partai Gerindra sudah cukup lama, sekarang jadi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, di bawah saya,” kata Prabowo Subianto di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Sandiaga diminta mundur agar bisa diterima seluruh pihak.

Prabowo mengatakan Sandiaga juga akan mundur dari posisi Wakil Gubernur DKI.

“Beliau bersedia mundur dari jabatan-jabatan itu untuk bisa diterima,” ujar eks Danjen Kopassus itu.

Duet Prabowo-Sandiaga disokong Gerindra, PAN dan PKS.

Sementara Partai Demokrat menolak Sandiaga jadi cawapres Prabowo

GNPF Berharap Prabowo Pilih Cawapres dari Kalangan Ulama

Nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin diumumkan menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019.

Di tempat lain, Prabowo Subianto hingga malam ini belum terlihat ada pergerakan untuk mengumumkan nama calon wakil presidennya.

QQAsia

Hadir di kediaman Prabowo, Ketua Umum Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Muhammad Yusuf Martak meminta Prabowo Subianto agar memilih ulama untuk menjadi cawapresnya.

Seperti diketahui, GNPF masih tetap merekomendasikan cawapres hasil dari ijtima ulama, yakni Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

“Karena Ustaz Abdul Somad tidak bersedia sebab ada hal-hal lain yang tidak bisa ditinggalkan dakwahnya, maka GNPF melalui Ijtima tetap mempertahankan calon yang pertama sesuai hasil ijtima agar bisa mendampingi Pak Prabowo. Terlebih Pak Jokowi juga didampingi Pak Maruf Amin,” ujar Yusuf Martak di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Yusuf mengatakan bahwa sosok ulama mampu memberikan bimbingan dan mengawal serta memberikan nasihat agar pimpinan NKRI tidak berjalan semaunya.

“Ulama adalah pengayom masyarakat,” tambahnya.

Yusuf juga menyarankan agar Prabowo mendiskusikan dan merundingkan kembali terkait cawapres yang akan dipilihnya.

“Jangan sampai nantinya mengalami kegagalan ketiga dan keempat, jangan sampai nanti keputusannya tidak menguntungkan semua pihak,” katanya.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here