Amien Rais Vs Luhut Pandjaitan, Minta Maaf Apa Lanjut !!!

0
2,146 views

Netralnkri.com – Kali ini Amien Rais kena batunya. Dikiranya dia bisa seenaknya mengatakan ini itu tanpa dasar. Berkali-kali, entah sudah berapa kali, orang ini seenaknya cuap-cuap mengkritik asal-asalan. Bukannya introspeksi, malah makin tua makin menjadi-jadi. Komentarnya baru-baru ini memang sudah kelewat batas, dikasih hati minta jantung. Dibiarkan malah makin keras cuap-cuapnya.

Ini terkait ucapannya yang mengatakan program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi dinilai sebagai pengibulan. Padahal 74 persen yang dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Saya tahu maksud orang ini dan kelompok mana yang dia maksud. Kalau memang berani, sekalian perjelas siapa kelompok tersebut, jangan setengah-setengah. Jangan cuma berani cuap-cuap tapi tak berani perjelas semuanya.

Belum lagi dia juga ungkit masalah kebangkitan PKI. Dia menyebut ada unsur pembangkitan PKI dalam pemerintahan Jokowi. Saya tak tahu apakah orang ini bermimpi dan berhalusinasi atau memang sengaja memojokkan pemerintah dengan komentar murahan seperti ini. Sudah dikatakan berkali-kali PKI tak mungkin bangkit lagi, masih juga ngeyel. PKI baru bisa bangkit kalau ada dragon ball.

Ucapannya ini membuat beberapa orang geram. Jangankan saya, pembaca lain juga pasti kesal dan muak dengan tingkah orang ini. Asal buka mulut, sering kali atau selalu saja Jokowi jadi sasaran nyinyir.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga marah pada orang ini yang belum lama ini mengkritik Presiden Jokowi. Tapi dia tidak langsung menyebut nama, hanya menyebut senior. Tapi dari apa yang dikatakannya, sudah jelas kok. Seperti diberitakan Detik.com, dengan nada tinggi dan berapi-api Luhut balik menyindir Amien Rais yang menyebut bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi adalah pembohongan. Luhut menyebut komentar yang dilontarkan Amien asal bunyi.

“Misalnya ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin gitu apanya yang dikibulin? Sertifikat itu dulu prosesnya lama, panjang dan sedikit. Sekarang proses cepat dan banyak. Salahnya di mana? Jadi asbun aja. Jadi nggak boleh kita asal ngomong apalagi senior-senior. Dia kan 70 berapa tahun, saya kan 71 tahun juga,” kata Luhut.

Bahkan Luhut melakukan serangan balik buat orang ini. “Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” tambahnya.

Luhut juga gerah dengan isu pemerintah Pro pada PKI. Dia membantah hal tersebut. “Jadi jangan bilang bahwa kita Pro PKI apanya Pro PKI? di mana Pro PKI? Saya ikut tumpas PKI kok. Di mananya? Saya tentara saya tahu. Saya tanya nasionalisme. Makanya saya bilang, Eh kalau kau belum pernah ditembaki jangan bilang nasionalisme,” katanya. “Kita nggak lacurkan profesionalisme kita. Saya tidak akan pernah menjual. Saya ingat anak buah saya gugur di mana-mana. Jadi ini very sensitive matter. Kalau orang bilang pemerintah ini akan menjual kita ke negara asing, saya tahu lah, saya nggak bodoh. Saya tahu Anda.”

QQAsia

Saya tahu, saya tahu. Gerombolan sebelah pasti bilang, ah rezim anti kritik. Situ waras? Kritik kok asal-asalan. Kalau situ yang dikritik asal-asalan mau nggak? Palingan ngamuk lalu lempar air mineral kemasan gelas. Dikit-dikit PKI, dikit-dikit asing aseng. Sudah seharusnya hal seperti ini ditegasi, dibiarkan malah makin menjadi-jadi.

Atau mungkin lebih baik biarkan saja, anggap saja ucapan Amien Rais sebagai angin sepoi-sepoi yang bakal berlalu? Saya lihat orang ini seperti ingin memancing. Sering kali pernyataannya kontroversial dan kelewat batas. Tapi sayang, Jokowi sampai sekarang tidak komentar. Jokowi mana mau termakan umpan dan terpeleset. Memang ada baiknya dibiarkan saja. Koar-koar juga lama-lama capek sendiri. Semakin dikasih panggung buat cuap-cuap makin ngeyel.

Tapi kalau dibiarkan terus juga bikin gerah. Seperti sekarang ini, makin lama makin menjadi-jadi. Sampai-sampai Luhut pun geram dan menyerang balik. Mungkin tepat juga beri sedikit ketegasan biar sadar jadi orang jangan seenaknya mengkritik tanpa dasar. Luhut beri ultimatum. Sekarang apakah Amien masih berani cuap-cuap kayak dulu, atau tiarap, atau jangan-jangan play victim kayak yang lain, bilang pemerintah zalim? Padahal sendiri yang mulai main api.

PDIP Hanya Ingin Amien Rasi Minta Maaf Terbuka

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan berang terhadap Amien Rais sembari mengancam akan membongkar ‘dosa’ senior PAN itu. Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menyarankan Luhut tak main ancam dan lebih baik melancarkan somasi saja.

“Tulis somasi, minta Amien Rais menjelaskan dengan data-data dan minta maaf terbuka di hadapan publik jika tidak bisa membuktikan,” kata Eva kepada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Eva sangat menyarankan opsi somasi ketimbang membongkar ‘dosa’ seperti yang digembar-gemborkan Luhut. Jika somasi tak dipenuhi, Eva menyebut langkah hukum bisa ditempuh.

“Jika upaya ini tidak direspons, baru menempuh jalur hukum karena ini negara hukum. Selanjutnya pemerintah lanjut fokus bekerja, termasuk land distribution to the poor,” jelas Eva.

Luhut, saat berpidato di gedung BPK, Senin (19/3) kemarin, berang terhadap seniornya itu yang menuding program sertifikasi Jokowi hanyalah bohong alias pengibulan. Luhut mengaku paham betul rekam jejak sang pengkritik yang disebutnya senior itu dan tak segan mencari dosa-dosanya.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam sajalah. Tapi jangan main-main, kalau main-main, kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” tegas Luhut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here